https://ejournal.staimta.ac.id/index.php/eksyar/issue/feed EKSYAR: Jurnal Ekonomi Syari'ah & Bisnis Islam 2026-06-30T00:00:00+00:00 Misbakhul Khaer, Lc, M.Si jurnalstaimta@gmail.com Open Journal Systems <p style="box-sizing: border-box; line-height: 1.785rem; margin: 1.43rem 0px; color: rgba(0, 0, 0, 0.87); font-family: 'Noto Sans', -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, 'Helvetica Neue', sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: start; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: #ffffff; text-decoration-thickness: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial;"><strong>EKSYAR : Ekonomi Syari'ah dan Bisnis Islam (e-Journal)</strong>, published twice a year (January to June and July to December) by the Study Programme Ekonomi Syari'ah, <a href="https://www.staim-tulungagung.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Tulungagung</a> East Java, Indonesia. The journal is a medium for exploring critical thinking on Islamic economics and business issues. It is open to all academics, practitioners, intellectuals, and students with the specification of the study of Islamic Economics, or Ekonomi Syari'ah, ideas covering research articles, conceptual ideas, literature reviews, and practical experience.<br style="box-sizing: border-box;" /><br style="box-sizing: border-box;" />The scope of EKSYAR is limited to Islamic economics or economy shari'ah, Islamic banking and finance, Islamic economic management, Islamic economics law, management <em style="box-sizing: border-box;">Zakat</em>, <em style="box-sizing: border-box;">Infaq</em>, <em style="box-sizing: border-box;">Shodaqoh,</em> and <em style="box-sizing: border-box;">Waqf, </em>Islamic entrepreneurship and business, Islamic economics thought, Islamic insurance, and Islamic accounting.</p> <p style="box-sizing: border-box; line-height: 1.785rem; margin: 1.43rem 0px 0px; color: rgba(0, 0, 0, 0.87); font-family: 'Noto Sans', -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, 'Helvetica Neue', sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: #ffffff; text-decoration-thickness: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial;" align="justify">To access articles published in this journal, please click <a style="box-sizing: border-box; background-color: transparent; color: #006798;" href="https://ejournal.staimta.ac.id/index.php/eksyar/issue/archive" target="_blank" rel="noopener"><strong style="box-sizing: border-box; font-weight: bolder;">ARCHIVES</strong></a>. p-ISSN: <a style="box-sizing: border-box; background-color: transparent; color: #006798;" href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1393774699"><strong style="box-sizing: border-box; font-weight: bolder;">2355-438X</strong></a> &amp; e-ISSN: <a style="box-sizing: border-box; background-color: transparent; color: #006798;" href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1416323408"><strong style="box-sizing: border-box; font-weight: bolder;">2407-3709</strong></a></p> https://ejournal.staimta.ac.id/index.php/eksyar/article/view/935 Implementasi Akad Istishna' pada Sektor UMKM dan Konstruksi: Tinjauan Fikih Muamalah dan Maqashid Syariah 2026-05-04T13:03:53+00:00 M. Taufik Hidayatullah taufikbedrock@gmail.com Imanuddin Abil Fida imanuddin676@gmail.com <p><em>Akad istishna' merupakan instrumen penting dalam ekonomi syariah yang memungkinkan transaksi jual beli atas barang yang belum ada dan memerlukan proses produksi, sehingga sangat relevan bagi sektor UMKM dan konstruksi di Indonesia. Namun, praktik transaksi berbasis pesanan di kedua sektor tersebut menunjukkan kesenjangan signifikan antara konsep normatif istishna' dengan realitas empirisnya, seperti minimnya dokumentasi tertulis, ketidakjelasan spesifikasi, perubahan harga sepihak, dan praktik subkontrak yang tidak sesuai dengan ketentuan istishna' paralel. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi akad istishna' dalam praktik jual beli pada sektor UMKM dan konstruksi, mengevaluasi kesesuaiannya dengan Fatwa DSN-MUI No. 06/DSN-MUI/IV/2000 dan No. 22/DSN-MUI/III/2002, serta menganalisis implikasinya terhadap pencapaian maqashid syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif normatif-yuridis melalui studi kepustakaan (library research), dengan mengintegrasikan pendekatan DSN-MUI oriented dan pendekatan maqashid syariah berdasarkan kerangka Al-Syatibi. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dari sumber primer (Al-Qur'an, hadis, kitab fikih klasik, standar AAOIFI, dan fatwa DSN-MUI) dan sumber sekunder, kemudian dianalisis melalui tahap deskriptif-kualitatif, analisis konten, dan analisis komparatif-evaluatif. Validitas data diperkuat melalui triangulasi sumber, triangulasi teori, dan audit trail. Hasil kajian diharapkan dapat mengungkap pola penyimpangan lintas sektor yang belum banyak dikaji secara komprehensif dalam literatur sebelumnya, sekaligus memetakan implikasinya terhadap lima tujuan syariah (al-kulliyyat al-khams). Penelitian ini diharapkan menghasilkan rekomendasi normatif yang aplikatif bagi pelaku usaha, lembaga keuangan syariah, dan pembuat kebijakan dalam memperkuat implementasi akad istishna' sebagai instrumen ekonomi syariah yang adil, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan.</em></p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 EKSYAR: Jurnal Ekonomi Syari'ah & Bisnis Islam https://ejournal.staimta.ac.id/index.php/eksyar/article/view/797 Analisis Peran Zakat Digital Dalam Pemberdayaan Ekonomi Mustahik : Prespektif dan Implementasi Ekonomi Syariah 2025-10-14T07:43:16+00:00 Jazila Zahroul Hasby zielhasby@gmail.com Fia Ayuning Pertiwi fia.ayuningpertiwi@gmail.com <p>Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi signifikan dalam sistem penghimpunan dan pendistribusian zakat, membuka peluang baru dalam pemberdayaan ekonomi mustahik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran zakat digital dalam meningkatkan kemandirian ekonomi mustahik, ditinjau dari perspektif ekonomi syariah dan implementasinya di lapangan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui studi pustaka, wawancara mendalam dengan pengelola zakat dan mustahik, serta dokumentasi dari lembaga zakat digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zakat digital memberikan kemudahan akses, meningkatkan transparansi, dan memperluas jangkauan distribusi zakat. Meskipun mayoritas program zakat digital masih bersifat konsumtif, beberapa lembaga telah mengembangkan model zakat produktif yang terbukti mampu meningkatkan pendapatan mustahik secara signifikan. Dari perspektif ekonomi syariah, zakat digital dinilai sesuai dengan prinsip maqashid syariah, terutama dalam aspek keadilan dan keberdayaan. Namun, tantangan berupa kesenjangan literasi digital dan akses teknologi masih menjadi hambatan dalam pemerataan manfaat zakat digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa zakat digital memiliki potensi besar sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan, asalkan didukung oleh strategi distribusi yang produktif, kolaborasi lintas sektor, serta penguatan kapasitas mustahik di era digital.</p> 2026-01-26T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 EKSYAR: Jurnal Ekonomi Syari'ah & Bisnis Islam https://ejournal.staimta.ac.id/index.php/eksyar/article/view/800 Integrasi Nilai Spiritual dan Ekonomi dalam Ajaran Bekerja: Perspektif Al-Qur’an 2025-10-18T03:46:41+00:00 Khusnul Lailia khusnullailia4@gmail.com Qi Mangku Bahjatulloh khusnullailia4@gmail.com <p>Penelitian ini membahas integrasi nilai spiritual dan ekonomi dalam ajaran bekerja perspektif Al-Qur’an. Dalam konteks globalisasi, kebutuhan manusia semakin beragam, sehingga bekerja tidak hanya dipandang sebagai aktivitas ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga sebagai ibadah dan bentuk tanggung jawab sosial. Fenomena rendahnya etos kerja, tingginya tingkat pengangguran, serta ketergantungan sosial pada sebagian masyarakat menjadi tantangan serius dalam mewujudkan kemandirian ekonomi. Islam melalui Al-Qur’an menegaskan bahwa bekerja adalah kewajiban sekaligus sarana untuk mencari karunia Allah, sebagaimana tercantum dalam QS. Al-Jumu’ah ayat 10 dan QS. Fathir ayat 12. Dengan pendekatan kualitatif berbasis data sekunder dari jurnal, buku, dan laporan, penelitian ini menemukan bahwa nilai spiritual seperti kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan rasa syukur perlu diintegrasikan dalam praktik kerja. Integrasi tersebut tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memberikan keberkahan serta mencegah dampak negatif pengangguran, seperti kemiskinan dan kriminalitas. Dengan demikian, ajaran Islam mampu memberikan solusi konseptual dan praktis dalam membangun masyarakat yang mandiri, berakhlak, dan sejahtera.</p> 2026-01-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 EKSYAR: Jurnal Ekonomi Syari'ah & Bisnis Islam https://ejournal.staimta.ac.id/index.php/eksyar/article/view/844 Analisis Konseptual Peran Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) dalam Mengembangkan Ekonomi Inklusif 2025-11-17T16:39:34+00:00 Septia Wulandari wdari1413@gmail.com Fia Ayuning Pertiwi fia.ayuningpertiwi@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan memberikan analisis konseptual yang komprehensif mengenai peran Baitul Maal wat Tamwil (BMT) dalam mendorong pengembangan ekonomi inklusif melalui mekanisme keuangan mikro syariah. Dengan menggunakan metode studi pustaka, penelitian ini mensintesis teori, temuan empiris, serta dokumen kebijakan terkait inklusi keuangan, mikrofinans syariah, dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa BMT berfungsi tidak hanya sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga sebagai institusi sosial-ekonomi yang mengintegrasikan prinsip keadilan, pemberdayaan, dan modal sosial. BMT memperluas akses pembiayaan bagi kelompok marjinal, mendukung pertumbuhan usaha mikro, mengurangi ketergantungan pada rentenir, serta memperkuat kapasitas ekonomi lokal. Penelitian ini juga mengidentifikasi sejumlah tantangan seperti ketidakterpaduan regulasi, keterbatasan kapasitas kelembagaan, rendahnya literasi keuangan syariah, dan kebutuhan mendesak terhadap digitalisasi. Implikasi penelitian menekankan pentingnya penguatan tata kelola, peningkatan SDM, dan kolaborasi dengan fintech agar inklusi keuangan dapat berjalan optimal. Kebaruan penelitian terletak pada pemetaan sistematis mengenai mekanisme finansial, sosial, dan digital BMT dalam membentuk ekosistem ekonomi Islam yang inklusif.</p> 2026-01-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 EKSYAR: Jurnal Ekonomi Syari'ah & Bisnis Islam https://ejournal.staimta.ac.id/index.php/eksyar/article/view/857 Implementasi Manajemen Risiko dalam Pengelolaan Zakat Infaq Shadaqah di Lazismu Probolinggo 2025-12-15T05:30:55+00:00 M. Fathan Afthoni Zein nahtafsantri@gmail.com Fauziyah Putri Meilinda fpmeilinda@gmail.com <p>Zakat merupakan instrumen penting dalam ajaran Islam yang berfungsi sebagai mekanisme distribusi kekayaan dari muzakki kepada mustahik guna mewujudkan keseimbangan sosial dan pemberdayaan ekonomi. Penelitian ini menganalisis implementasi manajemen risiko dalam pengelolaan dana zakat di Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Kota Probolinggo. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori manajemen risiko Lundberg serta prinsip-prinsip International Working Group on Zakat Core Principles (IWGZCP). Metode penelitian meliputi identifikasi, asesmen, dan mitigasi risiko yang diterapkan pada seluruh siklus pengelolaan zakat, yaitu penghimpunan, pengelolaan, dan penyaluran dana. Risiko yang dikaji mencakup risiko operasional, risiko reputasi, risiko kepatuhan, dan risiko strategis. Risiko operasional meliputi kesalahan pencatatan, keterlambatan pendistribusian, dan kelemahan teknologi. Risiko reputasi berkaitan dengan pelanggaran prinsip syariah dan ketidaktepatan sasaran penyaluran. Risiko kepatuhan mencakup pemenuhan standar pelaporan dan penerbitan bukti setor zakat, sedangkan risiko strategis berkaitan dengan pencapaian target penghimpunan dan program. Mitigasi risiko dilakukan melalui penguatan standar operasional prosedur, pelaksanaan audit internal dan eksternal, verifikasi lapangan terhadap mustahik, serta pengawasan oleh Dewan Pengawas Syariah. Penerapan sistem digital akuntansi syariah dan transparansi pelaporan turut memperkuat akuntabilitas dan kepercayaan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi manajemen risiko mampu meningkatkan efektivitas penghimpunan dan ketepatan distribusi dana zakat. Penerapan tersebut berdampak positif terhadap keberlanjutan program pemberdayaan mustahik dan stabilitas kepercayaan muzakki. Namun demikian, keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten dan kebutuhan pembaruan teknologi masih menjadi tantangan utama. Kesimpulannya, manajemen risiko memiliki peran strategis dalam menjamin pengelolaan zakat yang profesional, amanah, dan sesuai dengan prinsip syariah. Implementasi yang optimal juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas tata kelola lembaga zakat di tingkat lokal.</p> 2026-01-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 EKSYAR: Jurnal Ekonomi Syari'ah & Bisnis Islam https://ejournal.staimta.ac.id/index.php/eksyar/article/view/887 Integrasi Prinsip Maqāṣid al-Sharī‘ah dalam Business Model Canvas sebagai Strategi Pengembangan Bisnis Syariah Berkelanjutan di Era Disrupsi Digital 2026-01-01T17:04:23+00:00 Mei santi mei.11051987@gmail.com Achmad Luthfi Chamidi mei.11051987@gmail.com Muhammad Alfan Wildani mei.11051987@gmail.com Dede Nurohman mei.11051987@gmail.com Prim Masrokan Mutohar mei.11051987@gmail.com <p><em>The development of the digital economy has driven significant changes in business development strategies, including in the Islamic business sector. The Business Model Canvas (BMC) is widely used as a business model design tool due to its simplicity and flexibility. However, conventional BMC is still focused on the creation of economic value and has not fully accommodated the fundamental values of Islamic economics. This study aims to examine and develop a strategy for the development of Islamic business through the integration of the principles of Maqāṣid al-Sharī‘ah into the Business Model Canvas framework. The research method used is a qualitative approach with a literature review and conceptual analysis of BMC elements and the principles of Maqāṣid al-Sharī‘ah. The findings show that the integration of Maqāṣid al-Sharī‘ah enriches each element of BMC, especially in the aspects of value proposition, customer relationships, revenue streams, and cost structure based on ethics and sustainability. The Maqāṣid al-Sharī‘ah-based Business Model Canvas not only focuses on economic sustainability but also on social and moral sustainability. This research is expected to provide conceptual contributions to the development of Islamic business that is adaptive to digital disruption and oriented towards long-term welfare.</em></p> 2026-03-04T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 EKSYAR: Jurnal Ekonomi Syari'ah & Bisnis Islam https://ejournal.staimta.ac.id/index.php/eksyar/article/view/909 Model Kepercayaan Pelanggan pada Koperasi Pesantren: Peran Etika Bisnis Islam, Kualitas Pelayanan, dan Harga 2026-01-14T03:57:40+00:00 Fadilatul Jannah fadilatuljannah2704@gmail.com Maksum maksummuktie@ua.ac.id <p><em>Penelitian ini diorkestrasi untuk mengonfirmasi secara empiris signifikansi pengaruh etika bisnis Islam, kualitas pelayanan, dan mekanisme penetapan harga terhadap konstruk kepercayaan pelanggan pada Koperasi Pondok Pesantren Sumber Mas. Kepercayaan pelanggan diposisikan sebagai variabel modal sosial yang determinan bagi resiliensi koperasi pesantren, mengingat distingsi institusionalnya sebagai entitas ekonomi sekaligus instrumen edukasi nilai-nilai teologis. <strong>Desain/Metodologi/Pendekatan:</strong> Investigasi ini mengadopsi paradigma kuantitatif dengan desain survei eksplanatori. Data primer dihimpun dari 96 konstituen koperasi melalui instrumentasi kuesioner berskala Likert dengan teknik non-probability sampling. Integritas metodologis dalam studi ini dijamin melalui instrumentasi perangkat lunak SPSS versi 26, yang memayungi serangkaian prosedur analitis mulai dari purifikasi data melalui evaluasi psikometrik (validitas dan reliabilitas instrumen) hingga verifikasi prasyarat statistik melalui uji asumsi klasik. Estimasi parameter dilakukan menggunakan model regresi linier berganda, dengan pengujian signifikansi yang bersandar pada distribusi statistik t dan F, serta penilaian daya prediktif model melalui koefisien determinasi (R2). <strong>Temuan:</strong> Output empiris mengonfirmasi bahwa determinan yang terdiri dari etika bisnis Islam, kualitas pelayanan, dan variabel penetapan harga secara konsisten memicu eskalasi kepercayaan pelanggan, dengan signifikansi statistik yang teramati baik secara parsial maupun dalam konfigurasi simultan. Kualitas pelayanan teridentifikasi sebagai prediktor paling dominan, melampaui variabel penetapan harga dan etika bisnis Islam. Temuan ini menegaskan bahwa internalisasi nilai kejujuran, keadilan, dan amanah yang diintegrasikan dengan ekselensi layanan serta transparansi harga merupakan prasyarat fundamental dalam memperkokoh kepercayaan pelanggan. <strong>Keterbatasan/Implikasi:</strong> Studi ini memiliki batasan pada fokus penelitian tunggal, sehingga generalisasi temuan pada konteks makro perlu dilakukan dengan cermat. Secara praktis, studi ini memberikan basis argumentasi bagi pengelola koperasi dalam merancang strategi manajemen berbasis kepercayaan berkelanjutan, khususnya pada Koperasi Pesantren Sumber Mas. <strong>Orisinalitas/Nilai:</strong> Penelitian ini memberikan kontribusi unik melalui sintesis komprehensif antara etika ekonomi Islam dan variabel pemasaran konvensional dalam lanskap koperasi pesantren yang selama ini masih terabaikan dalam literatur manajemen formal.</em></p> 2026-04-09T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 EKSYAR: Jurnal Ekonomi Syari'ah & Bisnis Islam https://ejournal.staimta.ac.id/index.php/eksyar/article/view/906 Analisis Dampak Sertifikasi Halal BPJPH Terhadap Kepercayaan Konsumen dan Pendapatan UMKM Madu di UD R-BEE 2026-01-12T16:02:36+00:00 Muhammad Rafli Ardiansyah ardiansyahrafli190@gmail.com Reza Hilmy Luayyin ardiansyahrafli190@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak sertifikasi halal BPJPH terhadap kepercayaan konsumen dan peningkatan pendapatan UMKM madu UD R-Bee di Kota Probolinggo dengan menggunakan kerangka ekonomi syariah berbasis Maqāṣid al-Syarī‘ah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan dukungan data kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan 1 pemilik usaha dan 7 konsumen tetap, serta dokumentasi data penjualan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sertifikasi halal BPJPH berkontribusi terhadap peningkatan kepercayaan konsumen (ḥifẓ ad-dīn dan ḥifẓ an-nafs) serta peningkatan pendapatan UMKM (ḥifẓ al-māl). Pendapatan usaha meningkat dari Rp 60.000.000,- pada tahun 2023 menjadi Rp 70.000.000,- pada tahun 2024. Temuan ini menegaskan bahwa sertifikasi halal tidak hanya berfungsi sebagai legitimasi syariah, tetapi juga sebagai instrumen ekonomi syariah yang mendorong keberlanjutan UMKM.</p> 2026-04-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 EKSYAR: Jurnal Ekonomi Syari'ah & Bisnis Islam https://ejournal.staimta.ac.id/index.php/eksyar/article/view/852 Peran Kopontren dalam Pembentukan Kemandirian Ekonomi dan Karakter Kewirausahaan Santri: Studi Kasus Kopontren Miftahul Huda 2025-12-08T03:22:40+00:00 Irfan Efendi muhammadirfanefendi2004@gmail.com Muhammad Nabat Ardli ardli05mna@gmail.com <p>Koperasi pondok pesantren (kopontren) merupakan salah satu instrumen strategis dalam membangun kemandirian ekonomi santri melalui pembelajaran kewirausahaan berbasis nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Kopontren Miftahul Huda dalam membentuk kemandirian ekonomi santri, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi pengembangan yang dilakukan untuk memperkuat kapasitas usaha koperasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan ketua koperasi, pengurus, serta santri yang terlibat dalam aktivitas ekonomi. Analisis data dilakukan melalui model interaktif Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kopontren memainkan peran penting sebagai laboratorium ekonomi yang memberikan pengalaman langsung kepada santri melalui kegiatan transaksi, pencatatan keuangan, pengelolaan stok, hingga penentuan harga. Selain membangun keterampilan manajerial dan literasi keuangan, kegiatan kopontren juga menanamkan nilai tanggung jawab, kejujuran, kedisiplinan, kerja sama, dan etika pelayanan sebagai bagian dari pendidikan karakter kewirausahaan. Meskipun demikian, kopontren menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan modal, pencatatan administrasi yang belum optimal, dan persaingan dengan koperasi eksternal. Strategi yang dilakukan meliputi peningkatan kapasitas manajemen, pembiasaan evaluasi rutin, penguatan nilai-nilai keislaman, serta pelaksanaan program sosial seperti Jumat Berkah untuk memperkuat dukungan masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur ekonomi pesantren dan menawarkan model pembinaan kemandirian ekonomi santri berbasis experiential learning dan etika bisnis Islam.</p> 2026-05-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 EKSYAR: Jurnal Ekonomi Syari'ah & Bisnis Islam https://ejournal.staimta.ac.id/index.php/eksyar/article/view/866 The Effect of GDP, Inflation, Interest Rate, and Exchange Rate on Household Consumption in Indonesia: A Time Series Analysis Based on Maqashid Shariah Perspective with ECM Approach 2025-12-21T12:20:37+00:00 Arlinta Prasetian Dewi arlinta.pd@gmail.com Samsul Huda samsalhuda@gmail.com Agus Eko Sujianto agusekosujianto@gmail.com Rokhmat Subagyo rsubagyo@gmail.com <p><em>This study aims to analyze the effect of Gross Domestic Product (GDP), inflation, interest rates, and the exchange rate on household consumption in Indonesia for long-run perspectives (2005-2024), while incorporating the framework of Maqashid Shariah. In Islamic economics, consumption is not solely driven by income and price factors, but is also expected to reflect the attainment of maslahah (social welfare), moderation, and ethical values. This research employs annual time series data covering the period 2005–2024 and utilizes the Error Correction Model (ECM) approach. The ECM method is applied due to the non-stationary characteristics of the variables at the level and the existence of a potential long-term equilibrium relationship (cointegration). The empirical results indicate that GDP has a positive and significant effect on household consumption in both the short and long run, suggesting that increased income enhances consumption capacity. Inflation exerts a negative effect in the short run, reflecting reduced purchasing power and potential welfare deterioration. Meanwhile, interest rates and the exchange rate show negative influences in the long run, indicating that higher financial costs and currency depreciation may constrain sustainable consumption behaviour. The Error Correction Term (ECT) is found to be negative and statistically significant, confirming the existence of a long-term equilibrium and the system’s ability to adjust toward it. From a Maqashid Shariah perspective, these findings imply that macroeconomic instability can hinder the achievement of maslahah-oriented consumption, emphasizing the need for economic policies that promote stability, fairness, and ethical consumption in line with Islamic principles.</em></p> 2026-06-07T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 EKSYAR: Jurnal Ekonomi Syari'ah & Bisnis Islam https://ejournal.staimta.ac.id/index.php/eksyar/article/view/914 Analisis Qawāʿid al-Fiqhiyyah sebagai Landasan Normatif dan Pedoman Praktis dalam Operasional Perbankan Syariah 2026-01-18T09:44:25+00:00 Zahfira Halim zahfirahalim28@gmail.com Fitri Handayani Harahap fitrihrp120555@gmail.com Abdul Rahman Sofyan abdul_rahman@fai.uisu.ac.id <p>Qawāʿid al-Fiqhiyyah memiliki peranan strategis dalam menjembatani doktrin hukum Islam klasik dengan kompleksitas operasional perbankan Syariah modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi Qawāʿid al-Fiqhiyyah sebagai landasan normatif sekaligus pedoman operasional dalam kerangka sharia governance pada institusi perbankan Syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-analitis berbasis studi kepustakaan, serta melakukan telaah terhadap beberapa fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN-MUI) guna mengidentifikasi bagaimana kaidah fikih dioperasionalkan dalam formulasi produk, manajemen risiko, dan mekanisme bagi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif, kaidah al-aṣl fī al-muʿāmalāt al-ibāḥah menjadi fondasi legitimasi inovasi keuangan, sementara secara praktis, kaidah seperti al-ḍarar yuzāl dan al-umūr bi maqāṣidihā berfungsi sebagai instrumen analitis dalam pengambilan keputusan tata kelola dan mitigasi risiko. Integrasi kaidah fikih dalam struktur sharia governance memastikan kepatuhan Syariah yang bersifat substantif, melampaui legalitas formal, serta selaras dengan tujuan maqāṣid al-syarī’ah, khususnya dalam perlindungan harta (ḥifẓ al-māl) dan kemaslahatan publik. Penelitian ini menawarkan kerangka analitis eksplisit yang menghubungkan kaidah fikih, tata kelola kelembagaan, dan praktik operasional perbankan Syariah.</p> 2026-06-07T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 EKSYAR: Jurnal Ekonomi Syari'ah & Bisnis Islam https://ejournal.staimta.ac.id/index.php/eksyar/article/view/929 Implementasi Akad Muzāra'ah pada Pertanian Bawang Merah: Analisis Keadilan, Risiko, dan Transparansi Prespektif Ekonomi Islam di Desa Clarak 2026-04-28T14:56:52+00:00 Budi Yahya Nur Amin Budiyahyanuramin@gmail.com Muhammad Alfi Syahrin Alvinalsyahrin@gmail.com <p><em>Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik akad muzāra'ah pada petani bawang merah di Desa Clarak ditinjau dari perspektif fiqh mu'āmalah dan maqāṣid al-syarī'ah. Fokus penelitian meliputi implementasi akad, prinsip keadilan, keseimbangan risiko, transparansi, serta kesesuaiannya dengan tujuan syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 10 informan, observasi langsung, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi sumber untuk menguji validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik muzāra'ah di Desa Clarak secara formal telah memenuhi rukun dan syarat akad dalam fiqh mu'āmalah. Akan tetapi, Proporsi 90:10 mengandung ketidakadilan struktural karena lahir dari tekanan tradisi yang menghilangkan unsur tarāḍī penggarap - sebuah kondisi yang bermasalah secara syariah karena bertentangan dengan prinsip 'adl (keadilan) dan kaidah al-ghurmu bil ghunmi yang mengharuskan keseimbangan antara risiko dan imbalan. Akad yang dilakukan secara lisan tanpa pencatatan tertulis juga berpotensi menimbulkan unsur gharar akibat ketidakjelasan hak dan kewajiban para pihak. Dalam perspektif maqāṣid al-syarī'ah, praktik tersebut belum sepenuhnya mencerminkan tujuan ḥifẓ al-māl dan ḥifẓ al-nafs karena masih terdapat ketimpangan distribusi manfaat dan lemahnya posisi tawar petani penggarap. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan akad tertulis dan sistem bagi hasil yang lebih proporsional untuk mewujudkan keadilan dalam kerja sama pertanian berbasis syariah.</em></p> 2026-06-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 EKSYAR: Jurnal Ekonomi Syari'ah & Bisnis Islam https://ejournal.staimta.ac.id/index.php/eksyar/article/view/930 Strategi Fundraising Zakat di LAZ BMH Kota Probolinggo 2026-04-29T04:52:30+00:00 Abdul Jalal abduljalallumbang@gmail.com Reza Hilmy Luayyin rezahilmyl@outlook.com <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi fundraising zakat yang diterapkan oleh Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kota Probolinggo serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pengelola BMH, staf fundraising, dan donatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BMH menerapkan dua strategi utama, yaitu fundraising digital dan fundraising langsung. Fundraising digital dilakukan melalui pemanfaatan media sosial dan sistem Customer Relationship Management (CRM), sedangkan fundraising langsung dilakukan melalui pendekatan personal dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Faktor pendukung meliputi legalitas lembaga, kepercayaan donatur, inovasi digital, dan program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Adapun faktor penghambat meliputi rendahnya literasi zakat masyarakat, meningkatnya persaingan antar lembaga sosial, serta kondisi ekonomi yang memengaruhi partisipasi donatur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi digital dan pendekatan sosial berkontribusi terhadap efektivitas fundraising zakat serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat.</em></p> 2026-06-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 EKSYAR: Jurnal Ekonomi Syari'ah & Bisnis Islam