Implementasi Akad Muzāra'ah pada Pertanian Bawang Merah: Analisis Keadilan, Risiko, dan Transparansi Prespektif Ekonomi Islam di Desa Clarak

Authors

  • Budi Yahya Nur Amin Institut Ahmad Dahlan
  • Muhammad Alfi Syahrin Institut Ahmad Dahlan

DOI:

https://doi.org/10.54956/eksyar.v13i01.929

Keywords:

Akad Muzāra'ah, Bagi Hasil Pertanian, Ekonomi Islam, Maqāṣid al-Syarī'ah, Desa Clarak

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik akad muzāra'ah pada petani bawang merah di Desa Clarak ditinjau dari perspektif fiqh mu'āmalah dan maqāṣid al-syarī'ah. Fokus penelitian meliputi implementasi akad, prinsip keadilan, keseimbangan risiko, transparansi, serta kesesuaiannya dengan tujuan syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 10 informan, observasi langsung, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi sumber untuk menguji validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik muzāra'ah di Desa Clarak secara formal telah memenuhi rukun dan syarat akad dalam fiqh mu'āmalah. Akan tetapi, Proporsi 90:10 mengandung ketidakadilan struktural karena lahir dari tekanan tradisi yang menghilangkan unsur tarāḍī penggarap - sebuah kondisi yang bermasalah secara syariah karena bertentangan dengan prinsip 'adl (keadilan) dan kaidah al-ghurmu bil ghunmi yang mengharuskan keseimbangan antara risiko dan imbalan. Akad yang dilakukan secara lisan tanpa pencatatan tertulis juga berpotensi menimbulkan unsur gharar akibat ketidakjelasan hak dan kewajiban para pihak. Dalam perspektif maqāṣid al-syarī'ah, praktik tersebut belum sepenuhnya mencerminkan tujuan ḥifẓ al-māl dan ḥifẓ al-nafs karena masih terdapat ketimpangan distribusi manfaat dan lemahnya posisi tawar petani penggarap. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan akad tertulis dan sistem bagi hasil yang lebih proporsional untuk mewujudkan keadilan dalam kerja sama pertanian berbasis syariah.

References

Al-Qur'an al-Karim. (n.d.). Terjemahan Kementerian Agama Republik Indonesia. Kementerian Agama RI.

Al-Bukhari, M. I. (2001). Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (M. Z. Nashr, Ed.). Dar Tauq al-Najah.

Muslim, A. H. (1991). Ṣaḥīḥ Muslim (M. F. Abdul Baqi, Ed.). Dar Ihya al-Turath al-Arabi.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2008). Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2008. Mahkamah Agung RI.

Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. (2012). Fatwa DSN-MUI No. 85/DSN-MUI/XII/2012 tentang Janji (Wa'ad) dalam Transaksi Keuangan dan Bisnis Syariah. DSN-MUI.

Az-Zuhaili, W. (2011). Al-Fiqh al-Islāmī wa Adillatuhu (Jilid 5). Dar al-Fikr.

Sabiq, S. (2009). Fiqh al-Sunnah (Jilid 3). Dar al-Fath lil I'lam al-Arabi.

Al-Jaziri, A. R. (2003). Al-Fiqh 'ala al-Mażāhib al-Arba'ah (Jilid 3). Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.

Aftitah, F. N., K, J. L., Hasanah, K., Lailatul, N., Bina, U., & Informatika, S. (2025). Pengaruh UMKM Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Pada Tahun 2023 Pemerintah mendukung UMKM melalui program seperti Kredit Usaha Rakyat ( KUR ), meskipun penyalurannya tahun 2023 belum memenuhi target . UMKM kini terus. 3, 32–43.

Aminulloh, A., Zayyini, S., In, H., & Suyatna, N. (2021). Muzâraah , SDGs , and the Welfare of Indonesian Farmers. 7(03), 1372–1383. [11] Dewi, R., & Zainuddin. (2022). Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Kerjasama Muzara ’ ah Dalam Pengelolaan Lahan Pertanian. 4(1), 333–338. https://doi.org/10.47065/ekuitas.v4i1.1840

Hamid, A. M., & Yuha, N. (2021). Analisis Prinsip Ekonomi Islam Terhadap Praktik Kerjasama Pengolahan Sawah. Adilla Jurnal Ilmiah Ekonomi Syari Ah, 4(1), 75–88. https://doi.org/10.52166/adilla.v4i1.2328

Haryanto, & Kurniaji, A. Z. (2023). How Can Rice Farmers Gain Profit? An Analysis of Sharecropping Practice among Farmers, Landowners, and Laborers in Sukadiri Subdistrict of Tangerang. 13(3), 342–356.

Himam, M. K., Anam, S., & Nashrullah. (2026). Teknik Pemilihan Informan dalam Penelitian Kualitatif: Strategi dan Implementasi. 5(2), 1688–1696.

Huddin, M., Khotib, A. M., & Hasani, F. (2024). Sistem bagi hasil dalam akad muzara’ah pada petani tembakau di sumber malang situbondo. 2(1), 133–146.

Ichsandi, A. D. (2024). Jurnal Informatika Ekonomi Bisnis Differential Impact of Sharecropping on Time Allocation and Risk Transfer in Farming : An Islamic Economic Perspective. 6, 204–214. https://doi.org/10.37034/infeb.v6i1.836

Jamaluddin, J., Hayat, M., Masduki, M., Mukarromah, O., & Jamaludin, J. (2024). Examining the Synthesis of Islamic Commercial Principles and Local Customary Practices: A Case Study of Nyambut Sawah Traditions in Tejamari, Banten. Journal of Islamic Law, 5(1), 86–104. https://doi.org/10.24260/jil.v5i1.2091

Lamusu, S., Rahman, ‪Aulia F., & Adib, N. (2021). Sharia Conformity for Mudharabah Financing Practices in Sharia Banks Based on the DSN-MUI Fatwa Number 07 Year 2000: A Case Study. International Journal of Research in Business and Social Science (2147-4478), 10(4), 239–248. https://doi.org/10.20525/ijrbs.v10i4.1201‬

Moh. Iksan, A. D. P., & Sujianto, A. E. (2023). Akad Muzara’ah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani Penggarap di Desa Mojorembun Kabupaten Nganjuk. Sanskara Ekonomi Dan Kewirausahaan, 1(03), 113–122. https://doi.org/10.58812/sek.v1i03.100

Nazarina, D. S. (2021). Praktik Akad Muzara’ah dan Pencatatan Bagi Hasil pada Petani Penggarap Padi Dan Pemilik Lahan di Desa Tamansari Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember.

Ningsih, N. F. (2024). Implementasi Akad Muzāra ‘ ah Pada Petani Penggarap di Kabupaten Lumajang. 1(1), 26–37.

Putra, M. D., Ismail, D., Fahlefi, R., & Fadilla, S. (2023). Analisis Maqoshid Syariah terhadap Penerapan Akad Muzaraoah dan Ijarah Pada Petani Cabe Nagarri Taeh Baruah. 7(2), 156–168.

Qalbia, F., & Saputra, M. R. (2023). Analisis Komparatif Akad Muzara ’ ah dan Mukhabarah dalam Sistem Bagi Hasil Pertanian : Perspektif Hukum Islam. 1(3), 363–378.

Rosadi, I. (2025). Telaah Filsafat Hukum Islam Terhadap Akad dalam Kebijakan Ekonomi Syariah. 3. https://doi.org/10.15575/ejil.v3i2.1978

Sahombu, J. M., Ramadani, M. L., Napsiah, S. K., & Iqbal, M. N. (2025). Muzara ’ ah , Musaqoh And Mugharasah Contracts In Fiqh Muamalah. 5(01), 89–101. https://doi.org/10.58471/jms.v5i01

Salsabila, N., & Hidayat, Y. R. (2023). Tinjauan Fikih Muamalah Terhadap Sistem Bagi Hasil Pada Titip Lahan Di Banjarwaru. Jurnal Riset Perbankan Syariah, 97–102. https://doi.org/10.29313/jrps.v2i2.2869

Saputra, A. O., & Mukhlas, M. (2025). Perspektif Maqasid Ash-Shari’ah dalam Praktik Kerjasama Penggarapan Sawah di Kelurahan Setono Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo.

Setya, B., Saputra, P., Nasrullah, M. H., Muslim, N. A., Haris, M., Hakim, A., Islam, U., Sayyid, N., & Rahmatullah, A. (2025). Relevansi Legalitas Akad Syariah dalam Mewujudkan Kepastian Hukum dan Keadilan Ekonomi Islam. 1(3), 588–599.

Susanti, A. T., Roziq, A., & Prasetyo, W. (2023). Muzara ’ ah Contract Agricultural Accounting Model. 12(148), 123–136.

Syaickhu, A., Haryanti, N., & Dianto, A. Y. (2020). Analisis Aqad Muzara’ah dan Musaqah. 7(2), 149–168.

Downloads

Published

2026-06-28